Detail Cantuman Kembali
koordinasi proteksi akibat penambahan PLTM tunggang pada penyulang GH. Muara Aman
Penelitian ini membahas tentang sistem koordinasi proteksi pada sistem tenaga listrik akibat adanya arus gangguan lebih, sehingga gangguan dapat dilokalisir. GH. Muara Aman adalah gardu hubung yang mehubungkan antara penyulang pada jurusan kota Padang Bano dengan penyulang PLTM Lebong dan penyulang GI Tes 70 kV, kapasitas pada PLTM Lebong adalah 3×4MW. Sebelum PLTM Tunggang masuk kedalam jaringan distribusi GH. Muara Aman, penyulang kota Padang Bano sendiri berada pada ujung penyulang dengan tipe beban tersebesar dengan jarak yang cukup jauh dari penyulang GI Tes, sehingga dalam memenuhi pasokan listrik maka diperlukan penambahan pembangkit baru yaitu PLTM Tunggang dengan kapasitas pembangkitan 3×3,33MW. PLTM Tunggang berfungsi untuk membantu suplai pada kota Padang Bano yang terhubung dengan GH. Muara Aman busbar II. Akibat penambahan PLTM Tunggang yang terhubung kedalam sistem distribusi GH. Muara Aman diperlukan koordinasi proteksi dan setting rele yang baru dengan menganalisis gangguan arus hubung singkat serta menggambarkan kurva karakteristik rele existing, dimana rele yang di resetting adalah rele arus lebih gangguan fasa. Dari analisis tersebut dapat dijadikan nilai untuk menentukan arus pickup dan grading time pada rele sehingga dengan hasil rekomendasi resetting tersebut dapat mengamankan gangguan arus hubung singkat yang terjadi akibat penambahan PLTM Tunggang pada sistem distribusi GH. Muara Aman.
623.20.16 Kri k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2020
Surabaya
xi, 68 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







